Banyak orang bertanya padaku... Pria yang seperti apa yang ideal bagiku. Mereka telah memiliki kriteria tersebut. Banyak dari mereka yang menginginkan pria yang kaya, popular, tampan, dsb. Akupun memiliki kriteria tersendiri namun berbeda dari kebanyakan orang. Aku menginginkan pria yang rendah hati, sopan, mau menerima apa adanya, serius dan bertujuan, ramah, murah senyum, mau berusaha, percaya diri, optimis peduli akan sesama, berhati tulus, dan bertanggung jawab. Mungkin standarku terlampau tinggi. Namun aku bukanlah wanita penuntut. Kasarnya, walau ada pria cacat sekalipun jika ia tekun, mau berusaha dan tulus, sudah cukup membuatku bahagia. Aku memang keras dan menuntut pada diriku sendiri. Namun aku tak terlalu menuntut pada orang lain.
Aku mengenal seorang pria tampan. Sebut saja ia X. Ia adalah pria yang berhati mulia, ramah, tulus dan berjiwa sosial. Namun sayang, ia pernah menjadi sasaran kejahatan tragis dimana ia dianiyaya hingga ia mengalami cacat permanen di kaki kananya. Ia memiliki banyak bekas luka di sekujur tubuhnya yang tak kunjung hilang. Walau begitu ia tak mejebloskan orang yang menganiyayanya ke penjara. Menyadari bahwa ia dimaafkan, orang itu langsung bersujud di kaki X dan berlinang air mata. X mengajari orang itu akan kasih sehingga orang tersebut menjadi seorang yang berhati bersih. Orang itu mulai berteman dengan X. X adalah tipe orang yang optimis dan tekun. Ia mampu memotivasi orang disekitarnya. Aku pun merasa bangga padanya. Senyuman tulus selalu menghiasi wajahnya. Walupun penuh dengan bekas luka, dengan selukis senyuman, wajahnya tampak begitu manis. Aku merasa nyaman berada disampingnya. Terkadang sedih melihat kakinya yang hanya sebelah. Ia selalu harus menggunakan tongkat kemanapun ia pergi. Bukan hanya itu, beberapa luka yang ditinggalkan orang itu mengalami infeksi sehingga tak kunjung kering. Ia sangat mudah berempati. Ia suka membantu orang disekitarnya. Keterbatasan tak membuatnya malu akan keadaan. Ia bekerja sebagai tukang cuci dan mendapat gaji hanya sebesar 500 rupiah per bulan. Kerendahan hati dan empati membuat ia menjadi seorang yang sempurna. Walau terkadang ia di bully oleh tetangganya, ia tetap bersikap ramah pada semua orang.
Bagiku, hati ialah hal yang paling mulia dibandingkan dengan hal lain yang bersifat duniawi...